Rabu, 18 Juni 2014

Menjelang Bulan Ramadhan

Apa itu bulan puasa????
bulan puasa adalah bulannya beragama islam wajib berpuasa selama satu bulan penuh

bentuk-bentuk razia saat datangnya bulan puasa:

Satlantas Gencar Razia Jelang Ramadhan

 JENEPONTO, BKM--Satuan Lalulintas Polres Jeneponto gencar menertibkan operasi sepeda motor menggunakan knalpot racing. Pasalnya, pengguna knalpot yang menimbulkan suara bising ini semakin marak memasuki bulan Ramadhan dan menjadi ajang pamer pengendara yang kerap menggelar aksi kebutan liar.
Ulah nekat remaja yang didominasi pelajar itu biasanya dilakukan usai santap sahur.
"Fokus kita penertiban knalpot racing karena jelas menimbulkan suara bising yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat," ujar Kasat Lantas Polres Jeneponto, AKP Muatafa Sani, Rabu (18/6).
Aksi balapan liar sepertinya sudah menjadi trend di kalangan remaja pada setiap Ramadhan. Selalu mewarnai bulan puasa dengan adanya sekelompok pemuda yang suka kebut-kebutan di jalan raya menggunakan knalpot racing. Biasanya berlangsung setelah pulang sholat tarawih maupun setelah makan sahur di sejumlah lokasi di wilayah Jeneponto.
Ia mengatakan, penertiban akan intensif dilakukan dalam setiap operasi yang digelar. Melalui razia kendaraan yang akan berlangsung secara besar-besaran. Bahkan pihaknya sudah memerintahkan seluruh anggota Satlantas untuk bersama sama bertindak sebagai bentuk penindakan hukum bagi pelanggar aturan lalu lintas.
"Kami akan tindak tegas, pengguna knalpot racing kita minta lepas di tempat," katanya.
Kasat Lantas tidak menampik operasi penertiban kendaraan semakin intensif digelar selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. Dengan harapan masyarakat semakin taat aturan lalu lintas dan saling menghormati di jalan raya. Seperti halnya, penggunaan knalpot racing akan menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu orang beribadah.
"Knalpot racing menimbulkan kebisingan, maka akan kita tindak dengan dikenakan sanksi tilang," ungkapnya.
Kasat lantas juga akan menempatkan unit Dikmas lantas dan petugas unit Patroli  di wilayah pasar dan lokasi keramaian. Sebab selama Ramadhan aktifitas di pusat perbelanjaan dipastikan ramai dari hari biasanya. Maka ketertiban dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara sangat diharapkan guna menghindari kemacetan dan kesemrawutan arus lalu lintas. (krk/cha/C) 


Jelang Ramadhan Satpol PP Cimahi Akan Razia Kemaksiatan


Menurut Ero, pihaknya tentu akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak lainnya. Seperti untuk razia peredaran miras akan berkoordinasi dengan kepolisian agar bisa dihentikan pada bulan puasa, karena akan mengganggu jalannya ibadah puasa.
"Keberadaan miras tentu kita akan lakukan razia. Kami pun akan menertibkan para PKL yang berjualan disembarang tempat," terangnya.
Selain kedua hal tadi, lanjut Ero, pihaknya akan menertibkan para pendatang baru yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas yang jelas. Jika terbukti para pendatang tidak memiliki identitas, sambung Ero, para pendatang tersebut harus menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring).


Dinas Sosial DKI Razia Pengemis Saat Bulan Puasa

JAKARTA - Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang terjaring dalam razia operasi simpatik akan merayakan Lebaran di panti sosial.

Pasalnya, jumlah PMKS yang datang ke Jakarta selalu meningkat 20% hingga 25% setiap tahunnya dari total jumlah PMKS pada hari biasa mencapai 4.045 orang.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan menuturkan PMKS yang tertangkap razia Operasi Simpatik akan langsung dibawa ke panti sosial untuk dibina.
"Sanksi ini kami berikan agar mereka jera dan tidak lagi datang ke Jakarta saat Ramadan tiba," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/6/2014).
PMKS yang terjaring razia akan dipulangkan pada 12 hari setelah Lebaran. PMKS tersebut nantinya dibina di panti sosial Dinas Sosial DKI.
"Mereka dibekali keterampilan agar bisa membuka usaha di daerah asalnya. Biar kapok mereka enggak datang ke Jakarta untuk cari duit pas Lebaran," katanya.
Dinas Sosial DKI Jakarta telah memulangkan 167 PMKS pada pertengahan Mei 2014 ke daerah asal, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Sebelum dipulangkan, PMKS tersebut telah menandatangani surat pernyataan agar tidak akan kembali ke Jakarta untuk mengemis.

Massa HTI Minta Hiburan Malam Ditutup

 Senin : 08/07/2013) Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Tegal, Jawa Tengah menggelar aksi demo turun ke jalan menuntut penutupan tempat hiburan malam, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Sementara di Depok, Jawa Barat ratusan anggota Front Pembela Islam melakukan pawai untuk memberitahu pemilik hiburan malam agar menutup saat bulan Ramadhan.
Ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia di Tegal, melakukan longmarch melewati jalan - jalan protokol. Sepanjang jalan para pendemo melakukan orasi dan menuntut kepada aparat penegak hukum, untuk menutup semua tempat hiburan malam menjelang dan selama Ramadhan.
Jika tetap dibiarkan beroperasi, banyaknya tempat hiburan malam di Tegal dinilai dapat menodai bulan Ramadan serta mengganggu kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain berorasi massa HTI juga membagikan selebaran kepada para pengguna jalan, berisi seruan untuk menjalankan dan menghormati bulan Ramadhan.
Di Depok, Jawa Barat ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) melakukan pawai di sejumlah titik pusat perbelanjaan di kota Depok, Jawa Barat. Mereka mempengingatkan kepada para pengelola hiburan malam, agar menutup saat bulan Ramadhan.
FPI juga meminta, masyarakat luas agar tidak membuka warung makanan pada siang hari. Usai berorasi, ratusan anggota FPI melakukan aksi sweeping dan menemukan berbagai jenis minuman keras dari sejumlah warung di pinggir jalan.

Tujuan razia dibulan Ramadhan

digelarnya operasi ini bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi menjelang Ramadan. Selain itu tujuan lain razia ini untuk mempersempit ruang lingkup para pelaku kejahatan. Pasalnya dengan razia ini nantinya saat memasuki Bulan Suci Ramadan tak ada lagi perbuatan atau penyakit masyarakat yang mengotori bulan penuh rahmat itu khusunya di wilayah hukum Kota Banjar. “Razia pekat ini digelar untuk membuat Kota Banjar tetap terjaga dan terpelihara keamanannya. Serta menjaga ketertiban masyarakat saat menjalankan ibadah puasa,” terangnya.  Dalam razia ini polisi berhasil menyita puluhan botol miras yang diambil dari dua tempat. Yakni di Lingkungan Sukarame RT 06 RW 12 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar dan Dusun Pangasinan RT 01 RW 07 Desa Binangun Kecamatan Pataruman. Kata dia puluhan botol miras yang berhasil disita itu langsung dibawa ke Mapolres Banjar untuk didata. Dia berharap dengan razia ini saat Ramadan masyarakat menjalan ibadah lebih tenang dan nyaman.

 Untuk mengurangi perilaku maksiat selama Bulan Ramadan, polisi akan menempatkan beberapa anggotanya di tempat-tempat yang dianggap rawan tempat terjadinya mesum. (DP)





 



 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar