Kamis, 17 Juli 2014

DHCP Server Mikrotik OS

Setelah sebelumnya menginstall Mikrotik OS pada Qemu Manager 7.0, sekarang kita 
mencoba memanfaatkan fitur dari Mikrotik yaitu Mikrotik sebagai DHCP server. DHCP 
(Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan 
alamat IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan alamat IP 
disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta alamat IP disebut 
sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi memberikan 
alamat IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan 
referensi kepada DHCP Server. 
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk 
didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian 
akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, 
batas waktu ini disebut dengan DHCP lease, biasanya waktu yang diberikan hingga 
beberapa hari. Apabila waktu penyewaan alamat IP tersebut habis, klien akan meminta 
kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya. 
Cara kerja DHCP adalah seperti ini: 
Pada saat DHCP client dihidupkan, maka komputer tersebut akan melakukan request ke 
DHCP-Server untuk mendapatkan alamat IP. DHCP menjawab dengan memberikan 
alamat IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan alamat IP, 
maka server meminjamkan (lease) alamat IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret 
alamat IP tersebut dari daftar pool. Alamat IP diberikan bersama dengan subnet mask 
dan default gateway. Jika tidak ada lagi alamat IP yang dapat diberikan, maka client 
tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada 
jaringan tersebut. 
Kelebihan DHCP 
1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. 
2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. 
DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP 
yang kompleks. 
3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, 
artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut 
tidak sedang menggunakannya (off). 
4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka 
waktu tertentu dari server. 
5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi 
lainnya kepada client. 

DHCP Server ( Dynamic Host Configuration Protocol ) adalah Sebuah Server yang menyediakan Services atau memberikan layanan IP Address Otomatis bagi Client yang IP Address-nya di setting Automatic. DHCP Server menyediakan konfigurasi IP Address Otomatis yang meliputi : IP Address, IP Gateway dan IP DNS Server.
Membuat DHCP Server Mikrotik memanglah sangat mudah, tapi bagi beginner bisa bikin puyeng juga. So… Artikel ini adalah konfigurasi yang lebih manusiawi dengan konfigurasi melalui Winbox. Selain melalui Winbox, kita bisa melakukan konfigurasi DHCP Server melaluiConsole / CLI, Telnet, WebBox, dll.
Berikut ini Step by Step membuat DHCP Server Mikrotik dengan Winbox :
1. Pastikan semua konfigurasi Mikrotik telah selesai dan siap pakai. Lalu masuk ke menu : IP -> DHCP SERVER.
2. Pada menu DHCP Server, pilih menu DHCP Setup untuk memulai Wizard-nya. Lalu pilihinterface yang akan di gunakan untuk memberikan layanan DHCP. Tentunya disini kita akan mengunakan Interface LAN lalu kita klik Next.
3. Selanjutnya kita menentukan DHCP Address Space. Karena IP Address jairngan LAN kita adalah 192.168.0.xxx/24 maka secara otomatis Wizard akan menawarkan DHCP Address Space : 192.168.0.0/24
4. Selanjutnya kita menentukan IP Gateway untuk DHCP ini. IP Gateway adalah IP Address dari interface yang menjembatani antara jaringan LAN dan Mikrotik, tentunya pada contoh Mikrotik ini kita gunakan IP Address : 192.168.0.1, lalu kita klik Next.
5. Selanjutnya kita menentukan DHCP IP Address Range alias alokasi IP Address yang akan di layani untuk Client. Pada Mikrotik ini kita tentukan IP Address Range yang dilayani adalah192.168.0.100 – 192.168.0.200. Lalu kita Klik Next.
6. Selanjutnya menentukan IP Address DNS Server. Disini kita dapat mengunakan IP DNS yang di gunakan oleh Provider kita atau bisa mengunakan IP DNS punya Nawala, yaitu : 180.131.144.144 dan 180.131.145.145. Lalu kita klik Next…
7. Selanjutnya kita menentukan LEASE TIME alias Waktu Persewaan IP Address atau Waktu yang di sewakan. Intinya adalah Lama waktu yang diberikan kepada Client untuk mengunakan IP Address otomatis dari DHCP Server Mikrotik. Misalnya kita berikan waktu 4 jam ( 4:00:00 ) -> Artinya : Jika Client masih terkoneksi ke jaringan LAN melebihi waktu 4 jam, maka Client tersebut akan tetap mendapatkan IP Address yang sama dan lease time-nya kembali mulai 4 jam lagi. Namun jika dalam waktu 4 jam Client sudah tidak terkoneksi ke jaringan maka IP Address tersebut dapat digunakan oleh Client yang lain. Lalu kita klik Next.
8. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti dibawah ini : “Setup has completed successfully”. Berarti Wizard DHCP Server telah selasai dan telah sukses kita lakukan. Lalu kita klik “OK”.
9. Selanjutnya kalau kita buka menu : IP -> POOL maka kita akan ada IP Pool baru dengan nama “dhcp_pool1″ yang berisi IP : 192.168.0.100 – 192.168.0.200. ( lihat langkah ke 5 ).
10. Selanjutnya kita dapat mengamati pada menu tab “Leases”. Disitu ditampilkan informasi dari Layanan DHCP Server, termasuk informasi client penguna DHCP. Informasi tersebut berupa : Nama Host, IP Address yang digunakan, Mac Address, Lease Time, dll. Kita juga dapat menjadikan suatu IP Address khusus bagi suatu client tertentu, istilahnya adalah IP Address Reservation ( Reservasi IP Address ). IP Address Reservation dilakukan berdasarkan Mac Addres. Cukup Klik IP Address yang akan di buat statik lalu klik menu “Make Static” atau dengan cara Klik kanan lalu klik “Make Static”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar